Amah-Suryani-2014

Amah Suryani

Amah adalah anak tunggal. Amah ikut sama nenek di Rengasdengklok Karawang, ayah dan ibunya meninggal ketika Amah masih  balita, sehingga Amah tidak sempat mengenal kedua orang tuanya.  Kakek pun meninggal ketika Amah kecil tetapi sudah mengenal wajah kakek.  Nenek membiayai Amah dari hasil buka warung sayuran mentah kecil-kecilan.  Berangkat ke sekolah jalan kaki karena memang tidak terlalu jauh jaraknya, sebelum berangkat sarapan makan dulu, karena untuk jajan cukup dibatasi saja.

Kebutuhan sekolah seperti buku  paket sama LKS tidak semua dibeli, sedangkan pakaian seragam seperlunya saja untuk memenuhi peraturan berpakaian, begitu pula tas dan sepatunya. Keadaan nenek membuat Amah terkadang merasa sedih, dan sebenarnya tidak ingin membebaninya, tapi kenyataan belum memungkinkan untuk itu.  Amah ingin sekali bisa sekolah sampai kuliah, karena itu Amah selalu rajin belajar meskipun keadan nenek membuat hatinya terenyuh.

Proses masuk ke PSAA Daarul Hasanah

Informasi tentang panti diperolehnya dari  Ratna anak yang sudah tinggal di panti  dan masih saudaranya.  Ketika Ratna bercerita tentang kegiatan di panti langsung merasa tertarik dan ingin ikut tinggal di panti, karena khawatir putus sekolah dan ingin membahagiakan nenek.

Kehidupan setelah tinggal di PSAA Daarul Hasanah

Amah merasa nyaman tinggal di panti karena kehidupan dalam panti sangat aktrab seperti dalam keluarga sendiri. Kebutuhan/fasilitas belajar  terpenuhi lengkap, dan merasa terjamin sekolahnya. Setelah besar nanti Amah ingin menjadi dokter.

Category: .