Anah-Mulyanah-2014

Anah Mulyanah

Anah adalah anak ke-4 dari 5 bersaudara. Anah tinggal bersama orang tua dengan kehidupan yang serba terbatas, karena ayah bekerja sebagai supir tidak tetap, kadang-kadang bekerja juga sebagai kuli bangunan. Sehari-hari berangkat kesekolah jalan kaki dan membiasakan sarapan makan agar tidak perlu jajan di sekolah, karena uang jajan hanya diberi Rp. 1.000,- itu pun tidak setiap hari.

Kebutuhan belajar seperti buku LKS tidak memilikinya secara lengkap, karena tidak ada uang untuk membelinya, sedangkan kelengkapan lainnya seperti pakaian seragam, sepatu dan tas sekolah dibelikan kalau sudah betul-betul rusak saja. Meskipun demikian Anah tetap ingin bisa sekolahseperti temennya yang lain.

Proses masuk ke PSAA Daarul Hasanah

Informasi tentang PSAA Daarul Hasanah diperolehnya dari Rahman anak yang sudah tinggal dipanti dan sebagai  saudara, karena Rahman cerita tentang panti, kemudian Anah merasa tertarik  karena ingin bisa sekolah, meringankan biaya orang tua dan ingin membahagiakan, serta supaya lebih mandiri.  Kedua orang tua sangat mendukung Anah untuk tinggal dipanti demi kelanjutan sekolahnya.

Kehidupan setelah tinggal di PSAA Daarul Hasanah

Anah merasa sangat nyaman tinggal di panti, apalagi sekarang Anah bisa belajar dengan tenang dan merasa terjamin bahwa sekolahnya tidak akan putus ditengah jalan. Suasana akrab dengan teman menambah ketenangan hati untuk belajar mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Kebutuhan sekolah terpenuh dengan lengkap, sehingga tidak menemui kesulitan yang berarti dalam belajar. Setelah besar nanti Anah ingin menjadi pengusaha.   Dengan keberadaan panti ini Anah merasa yakin akan berhasil meraih cita-citanya.

Category: .