Ratna-Komala-2014

Ratna Komala

Ratna adalah anak ke-2 dari 3 bersaudara. Ratna tinggal dengan seorang ibu, karena ayah meninggal ketika usia 5 tahun tapi sudah mengenal wajah ayah. Ratna hidup dengan serba keterbatasan, tetapi keadaan itu tidak menyurutkan keinginan untuk sekolah seperti temannya yang lain.  Perjalanan ke sekolah ditempuh dengan berjalan kaki karena memang tidak terlalu jauh.

Untuk kebutuhan belajar tidak dapat membelinya,  sedangkan pakaian seragam hanya memiliki 2 stel untuk 2 macam seragam, begitu pula tas dan sepatu cukup satu saja, selama masih layak dipakai. Ratna terkadang memiliki kekhawatiran tentang sekolahnya, karena biaya sekolah meskipun sudah digratiskan, tetap saja kebutuhan lainnya masih cukup besar. Tetapi Ratna terus berdoa agar dapat sekolah lebih tinggi, meskipun dengan keadaan yang serba terbatas.

Proses  masuk ke PSAA Daarul Hasanah

Informasi tentang PSAA Daarul Hasanah ketahuinya dari pak Nasrul  yaitu pembimbing asrama yang kebetulan saudara juga.  Ketika Pak Nasrul bercerita tentang panti Ratna Ratna merasa tertarik dan ingin tahun lebih jauh tentang kehidupan panti. Tanpa memerlukan wakktu lama Ratna dengan keinginan sendiri meminta untuk tinggal dip anti dengan harapan dapat meringankan beban orang tua, ingin belajar mandiri.

Kehidupan setelah tinggal di PSAA Daarul Hasanah

Seperti yang telah dibayangkan oleh Ratna sebelumnya, Ratna bisa hidup mandiri di panti dalam rangka mempersiapkan diri untuk menyongsong masa depan yang lebih baik. Suasana yang akrab, menambah keyakinan Ratna untuk bisa belajar lebih tenang, tanpa memikirkan kebutuhan biaya sekolah. Dengan fasilitas belajar yang ada di panti Ratna optimis akan bisa meraih cita-citanya yaitu ingin menjadi dokter.

Category: .