Saeful-Ridwan-2014

Saeful Ridwan

Saeful adalah anak ke-3 dari 4 bersaudara. Saeful tinggal bersama kedua orang tua di Pedes Karawang Utara.  Ketika Saeful masih duduk di kelas 2 Sekolah Dasar ayahnya meninggal,   karena dipatuk ular ketika memikul kayu bakar,  sedangkan ibu bekerja sebagai kuli pembuat kue dan kuli cuci pakaian.  Anak pertama putus sekolah waktu SMA, dan yang kedua masih sekolah di kampung. Untuk berangkat ke sekolah Saeful menggunakan sepeda meskipun sepeda bekas, tetapi cukup membantu untuk keperluan sekolah yang jaraknya lumayan jauh kalau ditempuh dengan jalan kaki. 

Keperluan bersekolah seperti buku paket, pakaian seragam,  sepatu dan tas dimilikinya meskipun dibeli dengan sulit, karena banyak kebutuhan yang lebih mendesak. Sebelum berangkat sekolah Saeful diusahakan sarapan makan dulu, supaya tidak perlu jajan di sekolah.

Saeful ingin sekali sekolahnya bisa selesai paling tidak sampai SMA, tidak seperti kakaknya SMA nya putus ditengah jalan karena kesulitan biaya.

Proses masuk ke PSAA Daarul Hasanah

Informasi tentang panti didapat dari pak Dedi saudara salah satu pengurus, pak Yudi, seorang guru yang ikut aktif menjadi pembimbing di panti.  Saeful diajak kakaknya untuk melihat panti.  Sebelumnya Saeful tidak tahu panti itu seperti apa, dan setelah melihat-lihat Saeful langsung merasa siap tinggal panti untuk sekolah. Saeful menyadari betul, bahwa kalau dia diam dikampungnya tidak ada jaminan untuk bisa sekolah yang lebih tinggi, dengan alasan inilah Saeful memilih untuk tinggal di panti.

Kehidupan setelah tinggal di PSAA Daarul Hasanah

Di panti Saeful merasa nyaman, meskipun  kadang-kadang ada juga rasa kangen sama kampung halaman.  Saeful akrab dengan teman-teman di panti seperti saudaranya sendiri. Bisa curhat dengan teman, bisa curhat sama pembimbing tentang rasa kangen pada keluarga dan masalah-sama. Keperluan sekolah dapat terpenuhi lengkap seperti temen-temenya.   Dengan modal semangat belajar Saeful memiliki keyakinan bawa cita-cita jadi pengusaha.

 

Category: .